Anugerah Berbicara Kepada Tembok

Categories: Blog,Christian Life

“Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.” -2 Timotius 2:24-26

Ada anugerah untuk berbicara pada ‘tembok’. Tembok-tembok yang susah mendengar. Tembok-tembok yang susah percaya. Tembok-tembok yang bebal. Tembok-tembok yang tidak suka proses.
Ada anugerah tambahan untuk berbicara kepada mereka. Untuk diam bahkan, jika memang kita sudah mengatakan apa yang semestinya mereka dengar. Ada anugerah untuk menerima mereka meski mereka belum sempurna. Ada anugerah untuk percaya bahwa Tuhan bekerja bahkan di dalam hati yang sekeras baja.

Jadi kalau ada anugerah Allah, jangan menyerah. Tetap bekerja untuk Dia yang menugaskan kita di sana. Di tempat tembok-tembok itu berdiri. Sekarang tembok mereka masih teguh. Tapi suatu hari pasti runtuh.

Author: Sarah A. Christie

Leave a Reply