Who’s Who: Richard Carlson.

Categories: Blog,character,tokoh


Stephen Levine, penulis terkenal, pernah menulis sebuah kutipan yang akhirnya menjadi populer:
“Kalau Anda mempunyai satu jam untuk hidup dan hanya dapat membuat satu panggilan telepon, siapa yang akan Anda telepon, apa yang akan Anda katakan, dan mengapa Anda menunggu saat seperti itu untuk mengatakannya?”

Richard Carlson, penulis seri terlaris “Don’t Sweat The Small Stuff” itu, tanpa kita ketahui, telah meninggal secara mendadak pada tahun 2006 karena Cardiac Arrest, semacam serangan jantung. Ia meninggal pada usia 45 tahun. Seorang istri yang setia dan 2 orang anak hancur hati dan tidak dapat membendung kesedihan karena kepergiannya yang mendadak. Apa hubungannya dengan kutipan Stephen Levine? Karena 3 tahun sebelum ia meninggal, Richard Carlson menulis sebuah perenungan tentang kutipan Stephen Levine itu, yang kemudian diberikan pada istrinya untuk memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke-18. Ia menulis bahwa, kalau Ia hanya punya satu jam untuk hidup, ia tak kan menelepon pengacaranya, atau konsultan keuangannya, bankirnya, pialang sahamnya, karena uang sudah tak ada artinya pada saat-saat seperti itu. Semua kekayaan yang telah ia dapatkan tak sebanding, dengan keluarga, yang telah dititipkan Tuhan kepadanya. Sebab itulah, dalam satu jam terakhir kehidupannya itu ia akan menelepon istrinya, dan mengatakan betapa ia mencintai dia, Kristine. Dan kalau ia dapat mengulangi hidup bersama dengan istrinya sekali lagi, maka ia akan menjalaninya dengan penuh semangat. Ia juga bersyukur buat anak-anak, yang Tuhan berikan kepadanya, yang mengajarkan kepadanya tentang kehidupan, mungkin jauh lebih banyak dari semua tulisannya di-bundle jadi satu. Richard mengatakan “God was kind enough to share Jazzy and Kenna (anak-anaknya) with us (Richard dan istrinya).”

3 tahun kemudian, ia meninggal. Mengapa saya menulis tentang Richard Carlson? Karena inilah orang, yang dalam ketenaran, kekayaan, kehebatan, dan kebesaran namanya, bisa dengan mudah menyadari, arti hidup yang sesungguhnya. Dan tahu untuk menjalani setiap detik hidupnya dengan rasa syukur dan sukacita, dengan sepenuhnya menghargai setiap anugerah yang telah diletakkan Tuhan di pangkuannya.

Ia orang yang berhasil, dalam arti yang utuh. Sementara ada banyak orang yang hidupnya hampir seabad, tapi tidak punya hati dan sikap, dan rasa syukur sebesar Richard Carlson untuk menjalani hidup ini. Mari, hargai hidup ini lebih lagi. Isilah setiap hari dengan cinta, kebaikan, dan kualitas. And…Don’t Sweat The Small Stuff. But Do The Big Stuff. Jangan perkarakan masalah-masalah kecil, tapi lakukan perkara-perkara besar!

Author: Sarah A. Christie

Leave a Reply