Inspiration: Impian Martin.

Categories: Blog


Impian, benar-benar sebuah media penyambung antara apa yang belum kita lihat dan apa yang ada di depan mata. Mimpi bergerak bersama-sama dengan iman. Mimpi membuat kita bertahan. Impian masa depan menambah kekuatan iman. Iman memampukan kita bertahan, meski terkadang, apa yang kita lihat, yang berlabel ‘kenyataan’, sungguh masih jauh dari apa yang kita lihat dalam hati dan pikiran. Tetapi impian juga telah membuat satu orang, bersama Tuhan, memutuskan untuk melakukan perubahan. Perubahan yang dulu cuma sekedar harapan tak terucapkan, kini ia selipkan dalam sebuah pidato pada kaum yang dipimpinnya. Impian itu sangat besar, begitu besarnya hingga hampir mustahil untuk dilakukan. Tapi toh, ia tak berhenti bermimpi, hingga akhirnya ia harus mati untuk membela impiannya. Orang itu adalah Martin Luther King Jr., dan ini adalah sepenggal pidatonya yang terkenal, I Have A Dream (Aku punya sebuah impian):

“…Kukatakan hari ini, sahabat-sahabatku, bahwa meskipun kita menghadapi berbagai kesulitan hari ini dan esok, aku masih punya impian. Ini adalah sebuah impian yang telah berakar dalam impian Amerika.

Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari bangsa ini akan bangkit dan menghidupi makna sesungguhnya dari pernyataan: “Kami memegang kebenaran-kebenaran ini agar jelas bahwa semua manusia diciptakan sama.”

Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti di atas bukit merah Georgia, anak-anak dari mantan budak dan anak-anak dari mantan pemilik budak-budak akan bisa duduk bersama pada meja persaudaraan.

Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti bahkan Negara bagian Mississippi, Negara yang mendidih dengan panasnya ketidakadilan dan tirani, akan bertransformasi menjadi oasis kemerdekaan dan keadilan.

Aku punya sebuah impian bahwa empat anak-anakku akan suatu hari nanti hidup dalam suatu bangsa di mana mereka tidak akan dinilai berdasarkan warna kulit tapi oleh kualitas karakternya.

Aku punya sebuah impian hari ini.

Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari ini, di Alabama sana, dengan sifat rasisnya yang kejam, dengan gubernurnya yang biasa dengan interposisi dan pembatalan undang-undang, suatu hari nanti tepat di Alabama, anak-anak kulit hitam perempuan dan laki-laki akan bergandengan tangan dengan anak-anak kulit putih laki-laki dan perempuan seperti layaknya saudara.

Aku punya sebuah impian hari ini.

Aku punya sebuah impian bahwa suatu hari nanti setiap lembah akan ditinggikan, setiap gunung akan ditundukkan, tanah yang bergelombang akan diratakan, yang berliku diluruskan, dan kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan semua yang hidup akan menyaksikannya bersama.”

Impiannya, hari ini, telah menjadi kenyataan.

Terkadang Anda berhenti bermimpi, karena Anda tak percaya, atau karena Anda terlalu lelah untuk mempercayainya. Tapi ketahuilah, jarang ada impian yang tidak menjadi kenyataan kalau ia benar-benar dipelihara dengan iman dan perbuatan. Ya, ada perjuangan, ada pengorbanan, ada kesusahan, ada kesedihan, ada tangisan, ada keragu-raguan, ada kesendirian, ada keputusasaan yang harus kita tempuh dalam perjalanan menuju impian-impian kita, tapi kalau impian itu cukup besar, cukup mulia, cukup menakjubkan, maka impian itu cukup
berharga untuk dipertahankan, karena seperti kata Martin Luther King Jr., suatu hari nanti, dreams do come true.

“Jalankan terus gerakan ini. Gulirkan terus gerakan ini. Terlepas dari semua kesulitan yang harus dihadapi, dan kita akan menghadapi kesulitan lain lagi. Datanglah terus. Bergeraklah terus. Jika engkau tak bisa terbang, berlarilah. Jika engkau tak bisa berlari, berjalanlah. Jika tak mampu berjalan, merangkaklah. Yang penting, dengan segala cara, teruslah bergerak.”

Author: Sarah A. Christie

Leave a Reply